IPTEK OLAHRAGA CUMA SOAL KEMAUAN

IPTEK adalah Akronim dari Ilmu Pengetahuan dan Teknologi menurut Wikipedia Akronim adalah kependekan yang berupa gabungan huruf atau suku kata, atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Istilah tersebut seingat penulis santer mengapung kepermukaan dan menjadi issue hangat dunia Olahraga prestasi negeri ini menyusul kegagalan pada SEA Games Chiang Mai – Thailand 1985. Mungkin peristiwa tersebut terhitung heboh buat dunia olahraga Indonesia. Untuk pertama kalinya sepanjang keikut sertaan di arena SEA Games Thailand unggul dalam perolehan medali emas.  Peristiwa tersebut adalah kegagalan pertama Indonesia dalam pesta olahraga multi even bangsa-bangsa Asia Tenggara.Media masa saat itu penuh dengan muatan berita komentar dari individu – individu baik dari kalangan akademik maupun praktisi yang menyerukan pentingnya pendekatan IPTEK. Dua dekade kemudian, akronim IPTEK tetap mampu menempatkan diri di dunia olahraga negeri ini sebagai topik tersendiri.
Akronim tersebut kembali jadi topik pada acara Friday Sport Forum, sebuah acara diskusi periodik gawean Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta ( UNJ ), Jumat pagi tanggal 6 Desember 2013 lalu. Rexy Mainaky ketua bidang pembinaan PBSI, Taufik Hidayat bidang IPTEK PBSI adah person – person yang hadir pada acara yang berlangsung menarik tersebut. Bulu Tangkis cabang olahraga kebanggaan negeri ini memang tengah menggeliat, tuntutan implementasi IPTEK olahraga mengemuka  sebagai langkah strategis yang diyakini akan membawa dampak akseleratif demi menjawab tuntutan persaingan pada kasta tertinggi kompetisi elit dunia.
Ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga sesungguhnya adalah upaya mengadopsi disiplin ilmu lain yang diyakini akan memberikan percepatan signifikan dalam peningkatan prestasi. IPTEK dalam ilmu kepelatihan olahraga prestasi sejauh ini setidaknya telah  mengadopsi 12 disiplin ilmu lain, kemudian meramunya dalam bingkai Periodisasi Program Latihan. Sebuah terminologi demi memfasilitasi puncak performa Atlet sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Inilah makna sesungguhnya dari implementasi akronim IPTEK dalam terminologi olahraga prestasi. Sebuah High Performance Training begitu istilah yang kini kerap terucap.
Banyak praktisi yang kemudian menjadi alergi dengan istilah IPTEK Olahraga karena bayangan akan sebuah kondisi rumit dengan perangkat laboratorium yang sarat dengan beragam equipment rumit. Sesungguhnya untuk memulai sebuah implementasi sederhana dari akronim  IPTEK tidaklah sesulit yang dibayangkan.
Dalam terminologi tentang Periodisasi, pelatih sebagai “Man Behind The Gun” dituntut untuk selalu haus akan data terkini tentang atletnya. Sebagian besar pelatih di negeri ini agaknya belum sadar mengenai pentingnya hal tersebut.Proses pengumpulan datapun sesungguhnya tidak sesulit yang diperkirakan, sebut misalnya monitoring denyut nadi latihan dan tahapan recovery-nya. Margin antara keduanya adalah bagian paling sederhana  namun sangat – sangat fundamental dari sebuah implementasi IPTEK. Cerita tentang implementasi IPTEK akan makin mengasyikan bila memahami makna terdalam dari Volume dan Intensitas latihan, dua kata paling strategis dalam pemahaman terminologi periodisasi program latihan.Karena sesungguhnya pengertian sederhana dari sebuah implementasi IPTEK dan kontribusinya dalam sebuah skenario Periodisasi hanya berkisar pada pemberian beban latihan atau stress sampai batasan tertentu sesuai  tuntutan spesifik cabang olahraga, kemudian mengkombinasikannya dengan periode istirahat tertentu dan diakhiri dengan penantian efek kompensasi dan super kompensasi sebagai dampak susulan “by design”  yang akan terjadi kemudian.Secara kualitatif proses ini akan jelas terlihat, namun seberapa besar nilai positif yang dipetik akan berkorelasi dengan seberapa besar pula keterbukaan para pelatih untuk menerima kontribusi disiplin ilmu lain.
Pencapaian sukses olahraga prestasi merupakan hasil (out Come) dari suatu proses keunggulan manajemen olahraga (Managing Excellence In Sport Performance) yang menggunakan pendekatan sistemik serta didukung praktek dan kultur korporasi.Olahraga Prestasi sejatinya merupakan instrument proyeksi keunggulan, dimana harkat dan martabat bangsa dipertaruhkan melalui sukses diberbagai ajang pertandingan internasional. Kompetisi internasional moderen kini telah menjadi tempat uji coba dari apa yang dikenal sebagai “the Global Sporting Arms Race” menggantikan “The Global Arms Race”. Ciri utama dari pertarungan olahraga global dan antar bangsa adalah inovasi dan modernisasi seluruh faktor yang mempengaruhi sukses prestasi, mulai dari kebijakan nasional,strategi, organisasi, insfrastuktur, pembinaan atlet jangka panjang dan program latihan, struktur kompetisi, sport science dan industri olahraga. Akibat logis dari itu semua adalah pengakuan olahraga prestasi sebagai profesi yang menuntut spesialisasi berikut edukasi dan latihan yang sistematik termasuk penetapan jalan karir bagi para atlet dan seluruh unsur pendukungnya.
Bercerita mengenai pendekatan IPTEK dalam dunia olahraga prestasi  berarti bersedia pula untuk berganti paradigma berpikir. Karena pendekatan IPTEK adalah sebuah proses, hasil akhir dipengaruhi oleh kebenaran dari pada proses. Almarhum MF Siregar dalam salah satu diskusi 4 mata dengan penulis pernah menuturkan bagaimana strategi yang disusunnya lengkap dengan pendekatan IPTEK-nya menjelang persiapan Olimpiade Barcelona 1992. Dua medali emas pertama sepanjang keikut sertaan di arena Olimpiade adalah produk akhir yang didapat ketika itu.Masalahnya adalah konsistensi yang gagal untuk terus dipertahankan sehingga saat roda berputar barulah tersadar betapa pentingnya sebuah pendekatan IPTEK.dalam perburuan prestasi.( > )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s