Selamat jalan Jenderal

   Awal bulan Mei 1997,cuaca di Rongbuk Glacier Base Camp sisi utara Everest memang  tengah tidak bersahabat. Pandangan ke arah puncak Everest kerap terhalang gumpalan awan tebal,pertanda cuaca buruk di atas sana. Dampaknya komunikasi radio dengan para pendaki yang tengah berjuang kerap kali mengalami gangguan signifikan. ONE MOMENT IN TIME - Tribhuvan Airport - Kathmandu Nepal

   Pada kondisi tersebut tiba-tiba  terdengar nada suara panggilan menggema pada perangkat radio komunikasi, “Garuda,Elang…,Garuda,Elang. Dengan sigap penulis menjawab Elang, Garuda, masuk. Suara yang tak asing tegas memberikan perintah, ” Octavianus Matakupan ! (diluar kebiasaan Bang Edhie memanggil dengan nama lengkap), jangan korbankan pendaki, tim Selatan sudah berhasil. Tarik mundur pendaki”. Perintah singkat yang  segera direspon dengan kalimat “Siap laksanakan”. Elang adalah Call Sign untuk Base Camp tim Utara, sementara Garuda adalah kode sandi panggilan untuk  Posko Kathmandu. Untuk tim Selatan nama Rajawali merupakan sapaan pembuka saat panggilan radio.

  Sejenak penulis saling berpandangan dengan rekan Erick Kusmana, sebelum meneruskan perintah tersebut kepada para pendaki. Perintah singkat tersebut datang langsung dari Letnan Kolonel Pramono Edhie Wibowo. Perwira lulusan Akabri Darat tahun 1980 tersebut, adalah koordinator umum Ekspedisi Everest Indonesia 1997.

     Demikanlah selang sehari kemudian, penulis menyambut kedatangan wajah – wajah muram Praka Tarmudi,Serda Sunardi dan Gunawan”Ogun” Achmad di ujung Rongbuk Glacier, dengan kalimat singkat “maaf,ini perintah”. Keputusan untuk menarik turun pendaki saat itu adalah keputusan tepat dan realistis demikian mengutip komentar Monty Sorongan dalam buku “Dipuncak Himalaya merah putih kukibarkan.

     Bersama Beliau, 23 tahun lalu penulis banyak terlibat dalam diskusi panjang, sebagai pengisi waktu luang  di dalam tenda komando ekspedisi sisi utara. Pramono Edhie  saat itu memang turut menyertai tim sampai ke Rongbuk Glacier, di fase awal upaya pendakian puncak Everest dari sisi utara. Sebelum kemudian kembali ke Kathmandu – Nepal,untuk secara simultan memegang kendali ekspedisi pendakian dari sisi Selatan dan Utara .

      Semalam (Sabtu 13 Juni 2020) rekan Monty Sorongan menyampaikan berita duka berpulangnya Jenderal Purnawirawan Pramono Edhie Wibowo. Mantan KASAD dan juga Komandan Jenderal KOPASSUS tersebut meninggal karena serangan jantung. Selamat jalan Jenderal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s