OBCB 2019

      Tetap dengan konsep Experiental Learning sebagai roh. Konsep yang dicangkokan pertama kali 21 tahun lalu. Tiap generasi selalu punya warna tersendiri, itu yang terekam lewat bidikan lensa kamera penulis pada momen Outdoor Base Character Building (OBCB) 2019 lalu. Beruntung dapat menjadi saksi dari sebagian besar momen kegiatan mahasiswa tersebut.

        Bermula sebagai ketua pelaksana Jambore I FPOK IKIP Jakarta di tahun 1984, berlanjut kemudian dengan peran sebagai Dosen pembimbing. Sejak era FPOK IKIP Jakarta sampai pada era FIO UNJ, perjalanan waktu membuktikan bahwa kegiatan rutin tahunan tersebut menjadi jauh lebih berkualitas. Sarat dengan muatan edukasi.

              

 

Advertisements

SNAPSHOT OUTDOOR FIELD HOCKEY SEA GAMES 2017

Berangkat dengan biaya mandiri Federasi Hockey Indonsia ( FHI ), induk organisasi resmi cabang olahraga hockey yang resmi diakui pemerintah. Meski minim pengalaman internasional, namun performa militan  yang didemostrasikan mereka di lapangan permainan, memberikan asa tersendiri bagi masa depan tim nasional.

Sepak terjang tim Outdoor Field Hockey negeri ini pada SEA Games ke 29 lalu, berujung pada peringkat 4 puteri dan peringkat 5 putera. Demikian hasil maksimal yang diraih. Stadion hockey Bukit Jalil Kuala Lumpur, menjadi saksi bisu arti sebuah totalitas,loyalitas,komitmen dan pengorbanan.

OBCB 2017 DALAM REKAMAN LENSA KAMERA

Tiap generasi punya warna tersendiri, itu yang terekam lewat bidikan lensa kamera pada momen Outdoor Base Character Building (OBCB) 2017 lalu. Beruntung, penulis menyaksikan sebagian besar momen kegiatan serupa, sejak era FPOK IKIP Jakarta sampai pada era FIO UNJ. Apapun nama kegiatannya, adalah aktifitas yang digelar di alam terbuka. Diadopsi, sebagai penggalan ritual penanaman “esprit de corps” mahasiswa fakultas olahraga. Prosesi rutin tahunan yang digelar sejak tahun 1984 silam.

Perbedaan signifikan adalah pada keberhasilan mencangkokan konsep Experiental Learning sebagai roh kegiatan. 19 tahun lalu, medio tahun 1998, untuk pertama-kalinya kegiatan jambore konvensional berganti warna.  Perjalanan waktu kemudian membuktikan, bahwa kegiatan rutin tahunan tersebut menjadi jauh lebih berkualitas  dan sarat dengan muatan edukasi.

 

 

KEMASAN BARU OBCB 2017

zz42Setelah berkali – kali menjagokan Floating Camp sebagai Main Course, Outdoor Based Character Building (OBCB) tahun 2017 ini tampil beda. Tahun ini Orienteering dipilih menjadi roh kegiatan.

Memang bukan barang baru pada acara OBCB. Namun tahun ini dikemas berbeda, serius dan profesional. Penggunaan perangkat khusus, seperti orienteering punch device, adalah salah satu bukti dari tingkat keseriusan tersebut. Untuk kesekian kalinya pula, Waduk Jatiluhur yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten PurwakartaProvinsi Jawa Barat menjadi saksi bisu sebuah akselerasi progresif.

Bendungan terbesar di Indonesia tersebut punya panorama danau dengan luas 8.300 ha, lengkap dengan hutan konservasinya. Sebuah tempat “bermain” yang ideal, jarak tempuhnya dari kampus UNJ juga masih cukup masuk logika. Sebuah lokasi ideal yang sejak tahun 2007 silam dijadikan pilihan favorit, karena diyakini mampu mengakomodir berbagai aspek yang berhubungan dengan Outdoor Education.

Apa itu Orienteering?, Orienteering adalah aktifitas olahraga yang mana pesertanya menggunakan peta dan kompas untuk menemukan sejumlah lokasi kontrol di medan sebenarnya. Salah satu cabang olahraga outdoor yang membutuhkan kemampuan dan keterampilan navigasi. Sebuah aktifitas kegiatan berbasis outdoor yang menguji kemampuan navigasi, kecepatan, dan ketepatan. Peta dan kompas merupakan senjata utama, untuk menemukan titik-titik atau objek tertentu.

Demikianlah sembilan belas tahun sudah, konsep Outdoor Based Character Building (OBCB) menjadi Frame bagi kegiatan rutin tahunan pembinaan mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga (FIO UNJ). Tidak terasa pula telah 33 tahun, aktifitas di alam menjadi bagian dari proses pembinaan mahasiswa.

Kegiatan yang dahulu bernama Jambore dan bakti sosial mahasiswa tersebut, telah mengalami Metamorfosa. Sejak tahun 1998, konsepnya berganti menjadi sebuah Experiental Learning. Menjadi lebih bermakna dan sarat muatan edukatif, tentunya dengan tetap memanfaatkan alam sebagai media utama kegiatan.