METAMORFOSA AKTIFITAS OBCB FIK UNJ (I)

Wikipedia mendefinisikan kata Metamorfosis sebagai  suatu proses perkembangan biologi pada hewan yang melibatkan perubahan penampilan fisik dan atau struktur setelah kelahiran atau penetasan. Perubahan fisik itu terjadi akibat pertumbuhan sel dan differensiasi sel yang secara radikal berbeda.

Metamorfosis, kemudian kerap dianalogikan bagi kondisi perubahan yang merujuk kepada banyak aspek, baik realitas maupun abstrak. Perubahan itu dinamis; ia adalah historis, presentatif dan futuristik. Kata ‘metamorfosa’ mungkin tidak akan ditemukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, melainkan kata ‘metamorfosis’, yaitu perubahan bentuk atau susunan; peralihan bentuk. Metamorfosa adalah bentuk kata nonformal dari metamorfosis. Dengan demikian,metamorfosa juga memiliki arti yang serupa dengan metamorfosis.

Kata metamorfosa, penulis gunakan sebagai analogi untuk menceritakan kembali tentang  perjalanan panjang kegiatan klasik perkemahan mahasiswa FPOK IKIP Jakarta di alam terbuka. Kegiatan yang merupakan kalender tetap tahunan, ditempatkan sebagai bagian dari proses  inagurasi atau pelantikan mahasiwa baru.

Even yang digadang-gadang sebagai media solidaritas dan penanaman jiwa korsa. Dikemas rapih   dengan nama Jambore dan bakti sosial. Ritual tersebut bermula pada tahun 1984, digelar di daerah Cinumpang kawasan berhawa sejuk tak jauh dari kota Sukabumi Jawa Barat.

Tidak terasa pula sampai dengan tahun 2016 ini,  34 tahun sudah kegiatan perkemahan kolosal yang melibatkan setidaknya 200-an peserta tersebut berlangsung berkesinambungan. Experiental Learning demikian yang penulis alami dalam perjalanan panjang tersebut, berawal dengan peran sebagai ketua pelaksana Jambore I saat berstatus mahasiswa, kemudian berlanjut sebagai dosen pembimbing.

Sekedar aktifitas berbau perpeloncoan yang bersembunyi dibalik kata “bakti sosial”, demi aspek legalitas. Sehingga dapat digelar menjauhi kampus, itu kesan yang tertangkap setidaknya sampai dengan tahun 1997 lalu.  Kegiatan  yang kadung jadi tradisi itu, rasanya harus dibawa kearah yang lebih kondusif, itu obsesi penulis dipenghujung dekade 1990-an.

Bagaimana aktifitas yang telah mengurat mengakar tersebut kemudian  mengalami metamorfosa. Adalah bagian yang ingin dituturkan pada artikel ini, aggap saja sebagai kiat melawan lupa. Outdoor Based Character Building (OBCB) sampai kepada bentuk idealnya saat ini, adalah sebuah proses panjang. Konsep tanpa konsep bernama Jambore dan bakti sosial yang bermula pada tahun 1984, akhirnya menemui ajalnya pada tahun 1998.

Digantikan dengan kemasan baru Outbound Training yang sejak awal diyakini lebih kondusif. Packaging anyar yang menggantikannya mengadopsi trend yang berkembang saat itu, dimana berbagai aspek pembentukan kerjasama tim digelar dengan pendekatan berbeda.Aktifitas di alam digunakan sebagai media (Outbound).

Istilah Outbound sendiri sesungguhnya berasal dari kata Outward Bound, sebuah ide pendidikan inovatif hasil kreasi seorang Kurt Hahn. Pengertian Outbound secara lengkap adalah sebuah kegiatan yang dilakukan di alam terbuka (Outdoor), melalui beberapa simulasi permainan (Outbound Games) secara individu maupun perkelompok. Sebuah metode pengembangan potensi diri melalui rangkaian kegiatan simulasi/ permainan/ dinamika, yang memberi pembelajaran melalui pengalaman langsung.

SEJARAH OUTBOUND TRAINING

Bermula pada tahun 1941, saat Kurt Matthias Robert Martin Hahn memperkenalkan sebuah metode pendidikan dengan pendekatan pada kegiatan di alam terbuka. Metode tersebut diproklamirkan dengan istilah Outbound. Kiat anyar tersebut kemudian menjadi karakter kental metode pendidikan pada sekolah bernama Outward Bound.

Didirikan di Aberdovey-Wales,  sekolah dengan metode tak biasa tersebut didirikan dengan tujuan melatih fisik dan mental para pelaut muda guna menghadapi ganasnya pelayaran di lautan Atlantik pada saat itu. Pelayaran di lautan Atlantik pada era itu adalah petualangan maut dalam apa yang disebut dengan “Pertempurran Atlantik”.

Wikipedia mendeskripsikannya sebagai berikut Pertempuran Atlantik adalah kampanye militer berkesinambungan yang paling lama[5][6] dalam sejarah Perang Dunia II, dimulai pada tahun 1939 sampai kekalahan Jerman pada tahun 1945. Pada intinya adalah pihak Sekutu melakukan blokade laut terhadap Jerman, diumumkan sehari setelah pernyataan perang, dan pihak Jerman kemudian melakukan blokade balasan. Puncaknya terjadi pada pertengahan tahun 1940 sampai akhir tahun 1943. Pertempuran Atlantik mengadu kekuatan antara U-boat  (kapal selam Jerman) dan kapal-kapal perang lainnya dari Kriegsmarine (Angkatan laut Jerman) serta pesawat udara dari Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman) melawan Angkatan Laut KanadaAngkatan Laut Britania Raya, dan kapal-kapal dagang Sekutu.

Nama “Pertempuran Atlantik” diberikan oleh Winston Churchill pada bulan Februari 1941. Merupakan pertempuran laut yang “terlama, terbesar, dan paling kompleks” dalam sejarah. Kampanye militer ini dimulai segera setelah perang Eropa meletus, dan berlangsung selama enam tahun yang melibatkan ribuan kapal dalam lebih dari 100 pertempuran konvoi dan mungkin 1.000 pertempuran kapal tunggal, di medan perang yang meliputi ribuan mil persegi lautan.

Hasil pertempuran berujung pada kemenangan strategis bagi Sekutu, sementara blokade Jerman gagal, namun dengan pengorbanan besar, sebanyak 3.500 kapal dagang dan 175 kapal perang karam, sementara Jerman kehilangan 783 U-boat.

Kembali kepada topik utama, mengenai sekolah bernama Outward Bound dengan metode Outbound Trainingnya. Pada tahap awal kegiatan mendaki gunung dan petualangan di laut digunakan sebagai media. Kurt Hahn sendiri mempunyai anggapan bahwa kegiatan berpetualang bukan merupakan kegiatan main-main, melainkan sebagai wahana berlatih anak-anak muda menuju kedewasaan.

Metode, media dan pendekatan tak lazim yang dilakukan oleh sekolah Outward Bound ketika itu, mengundang perhatian tersendiri. Pemerhati pendidikan kemudian mengklasifikasikan bentuk pelatihan yang diajarkan sebagai Adventure Education atau Experiental Learning. Setelah berakhirnya perang dunia II, metode pelatihan ini berkembang pesat dan mulai ditiru di banyak tempat.

Outbound Training di negeri ini  mulai dikenal sekitar tahun 1990, dengan nama Outward Bound Indonesia. Metode tak biasa yang dianut, dengan segera menjadi Trending Topics. Seperti jamur dimusim penghujan, berbagai lembaga pendidikan yang mengadopsi metode outbound training kemudian berdiri, tentu saja dengan level profesional dan kelengkapan  yang tak seragam.

Bersambung. . .

SNAPSHOT OBCB FIK UNJ 2016

Lagu bagaikan awan-awan, sebagian lagi bagaikan air,” demikian kata Masanori Takahashi yang kemudian lebih populer dengan nama Kitaro. Musisi Instrumentalist legendaris beraliran New Age peraih Grammy Award. Salah satu mega karya  Kitaro, berjudul Silk Road yang dirilis pada tahun 1981, boleh jadi akan menjadi kenangan tersendiri bagi para peserta Outdoor Based  Character Building (OBCB) 2016.

Betapa tidak, jika di tengah keheningan malam di kedalaman hutan konservasi waduk Jatiluhur. Karya fenomenal Kitaro menjadi pilihan musik latar, pengantar prosesi penyalaan api unggun oleh Dekan FIK UNJ. Alunan musik multi instrumental Kitaro memiliki arti yang sangat dalam, menggiring pendengarnya seolah berada di suatu tempat yang belum pernah disinggahi.

Demikian penggalan kecil aktifitas OBCB FIK UNJ. Tiap generasi memang punya warna tersendiri. Demikian halnya dengan ritual tahunan yang pada dekade 80 sampai dengan penghujung dasawarsa 1990-an, dikenal dengan nama “Jambore Mahasiswa”. Sejak tahun 1998 lalu, kegiatan dengan media alam tersebut telah mengalami metamorfosa.

Nuansa yang diusung kini lebih bermuatan edukatif, dengan atmosfir yang jauh lebih kondusif. Konten implementasinya sarat muatan psikologis, dibingkai dalam atmosfir kompetisi sesuai dengan karakter fakultas.

Untuk kesekian kalinya pula Waduk Jatiluhur yang terletak di Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten PurwakartaProvinsi Jawa Barat. Menjadi pilihan tempat pagelaran even OBCB. Bendungan terbesar di Indonesia tersebut punya panorama danau dengan luas 8.300 ha, lengkap dengan hutan konservasinya.Sungguh sebuah tempat “bermain” yang ideal.

Letak geografis serta durasi waktu tempuhnya dari Ibukota relatif masuk logika, pilihan ideal bagi sebuah aktifitas edukasi berbingkai petualangan di alam terbuka. Rangkaian foto pada slide dibawah ini, bertutur banyak mengenai event OBCB FIK UNJ.

 

 

 

 

 

 

SNAPSHOT – QUARTER FINAL INDOOR HOCKEY WORLD CUP 2015

Babak quarter final kejuaraan dunia hoki ruangan memang dahsyat. Leipzig Arena jadi saksi bisu dari sejumlah drama yang terjadi di lapangan permainan.  Rangkaian slide foto dibawah ini mungkin dapat bertutur banyak mengenai duel memperebutkan posisi terhormat pada babak semifinal.

This slideshow requires JavaScript.

OUTSIDE THE PITCH

Arena Leipzig, demikian nama tempat digelarnya kejuaraan hoki ruangan dunia. Bangunan megah multi-fungsi yang dibangun pada awal dekade 2000 tersebut punya kapasitas 8000 penonton. Selain menjadi saksi bisu even – even besar olahraga, arena Lepizig yang megah tersebut juga pernah menjadi panggung demostrasi kehandalan para musisi papan atas dunia. Sebut misalnya Shakira,Queen,Scorpions,Whitney Houston dan banyak lagi.

Selama berlangsungnya pertarungan para tim papan atas hoki ruangan dunia. Menarik pula disimak ragam kejadian yang terjadi diseputar Pitch lapangan permainan. Mulai dari ketegangan para Tactician menyaksikan strategi racikannya bergulir, mimik serius para juru foto, atau pula hebohnya para pendukung tiap tim. Rangkaian slide foto dibawah ini bercerita banyak mengenai sisi lain lapangan pertandingan. (Vatco)

This slideshow requires JavaScript.